Caritasulut.com, Tomohon – Pimpinan Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) memberikan pernyataan terkait polemik biaya studi mahasiswa yang menjadi pemberitaan dalam sepekan terakhir.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Dekan Fakultas Teologi UKIT, Pdt. Dr. Denny Tarumingi, M.Pd.K., didampingi sejumlah pimpinan fakultas lainnya, Selasa (13/10/2026).
Dalam keterangannya, Denny menjelaskan pihak fakultas telah menggelar rapat bersama pimpinan untuk membahas persoalan tersebut. Hasil rapat itu menegaskan tidak ada pembayaran khusus untuk proses pembimbingan skripsi maupun kenaikan biaya ujian skripsi, seminar proposal dan lainya.
“Tidak ada pembayaran uang pembimbingan skripsi. Tidak ada kenaikan uang ujian skripsi dan seminar proposal,” tegas Denny.
Terkait pembayaran buku yang sebelumnya diberlakukan, ia menjelaskan biaya tersebut merupakan penggantian biaya pencetakan. Namun, pihak fakultas memutuskan untuk mengubah mekanisme penyediaan buku bagi mahasiswa.
Ke depan, fakultas akan menyediakan tautan yang dapat diakses mahasiswa untuk mengunduh materi atau buku yang diperlukan. Dengan demikian, mahasiswa dapat mencetak sendiri sesuai kebutuhan.

“Awalnya ada pembayaran buku, itu sebenarnya pengembalian biaya cetak. Karena itu, kami mengambil kebijakan untuk memberikan tautan tertentu yang bisa diunduh mahasiswa dan mereka cetak sendiri,” jelasnya.
Selain persoalan buku, pimpinan fakultas juga menjelaskan kebijakan pencetakan skripsi sebanyak tiga rangkap yang sebelumnya menjadi bagian dari kebutuhan penyelesaian studi.
Denny mengatakan, biaya yang berkaitan dengan pencetakan tersebut akan dikembalikan kepada mahasiswa untuk mengatur pencetakan secara mandiri. Meski demikian, mahasiswa tetap diwajibkan membawa cetakan tersebut ketika menerima ijazah.
Menurutnya, fakultas akan menyesuaikan mekanisme yang berlaku agar tidak menimbulkan beban yang merugikan mahasiswa.
“Kami akan menyesuaikan dan bisa menanggulangi. Yang penting mahasiswa tidak dirugikan dan tidak dibebankan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi bagian dari langkah fakultas untuk merespons polemik yang berkembang sekaligus mencari mekanisme yang dapat diterapkan dalam proses penyelesaian studi mahasiswa.

Ia menegaskan bahwa Fakultas Teologi UKIT tetap berkomitmen memberikan pelayanan kepada mahasiswa dengan mengedepankan kasih dan komunikasi terbuka.
Menurutnya, mahasiswa dapat menyampaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan proses akademik, pembimbingan, maupun penyelesaian studi untuk dibicarakan bersama pihak fakultas.
“Fakultas Teologi selalu membuka ruang untuk melayani dengan kasih. Kalau ada hal-hal yang perlu dikomunikasikan, kami sangat terbuka,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa pimpinan fakultas berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi mahasiswa, institusi, dan Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM).
“Kami pimpinan selalu berkomitmen memberikan yang terbaik bagi mahasiswa, lembaga ini, dan GMIM,” tutup Denny.
Dalam kesempatan itu, Denny menyampaikan terima kasih kepada Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS), pihak rektorat, mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), serta wartawan yang turut menyoroti persoalan tersebut.
Leon Wilar

