Caritasulut.com, Tomohon – Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) berkomitmen mendorong Sanggar Tarian Maengket di Kelurahan Taratara agar semakin dikenal hingga ke panggung internasional.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Rektor I UKIT, Dr. Yoppy Pangemanan, S.Pd., M.M., dalam kegiatan launching Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik berbasis Outcome-Based Education (OBE) Tahun 2026 yang dilaksanakan di Jemaat GMIM Imanuel Taratara, Kamis (30/7/2026).
Menurut Yoppy, pengembangan Sanggar Maengket Taratara akan dilakukan melalui pendampingan mahasiswa KKN bersama UKIT. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkenalkan tradisi dan kebudayaan Minahasa kepada masyarakat yang lebih luas, termasuk di tingkat internasional.
“Maengket Taratara akan sampai di luar negeri di bawah bimbingan teman-teman mahasiswa KKN dan UKIT. Kami tidak harus mengundang mereka datang ke sini, tetapi akan membuat dunia melihat tradisi dan kebudayaan kita di sini,” kata Pangemanan.
Ia menjelaskan, Tarian Maengket tidak hanya dipandang sebagai pertunjukan yang ditampilkan dalam kegiatan adat atau acara tertentu. Lebih dari itu, Maengket memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari sektor ekonomi kreatif yang dapat memberikan dampak positif bagi sanggar maupun masyarakat.
“Praktisi Tarian Maengket terkadang hanya tampil saat kegiatan adat atau event tertentu. Untuk itu, perlu disiapkan berbagai kebutuhan, seperti pelatih, seragam, dan biaya lainnya. Kita harus berinovasi agar Tarian Maengket bukan sekadar untuk dipertunjukkan, tetapi juga dapat memberikan dampak besar bagi sanggar dan pengembangan ekonomi kreatif,” lanjutnya.
Yoppy menegaskan, komitmen UKIT tersebut akan diwujudkan melalui luaran atau hasil konkret dari pelaksanaan KKN Tematik di Kelurahan Taratara.
“Kami akan menyelesaikan fondasinya mulai hari ini. Bila Tuhan berkenan, akan ada luaran kegiatan. Apabila belum selesai, kami akan menyampaikan kepada Ibu Rektor dan akan kembali lagi,” tegas Yoppy.
Pelaksanaan KKN Tematik berbasis OBE bertujuan memastikan setiap aktivitas mahasiswa di lapangan menghasilkan kemampuan dan kompetensi nyata yang dapat diukur, bukan sekadar memenuhi jumlah jam kehadiran.
Penerapan KKN dalam kurikulum OBE tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.
Selain pengembangan kebudayaan melalui pendampingan Sanggar Maengket Taratara, sejumlah program KKN Tematik UKIT juga akan berfokus pada berbagai bidang, antara lain pertanian, psikologi, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta bidang lainnya.
Khusus program di bidang pertanian, kegiatan direncanakan akan dilaksanakan di sejumlah wilayah di Kelurahan Woloan dan Rurukan.
Kegiatan launching KKN Tematik berbasis OBE Tahun 2026 tersebut dihadiri Dandim 1302/Minahasa yang diwakili Mayor Inf. Dadan Sopian, Wali Kota Tomohon yang diwakili Camat Tomohon Barat John Lonta, jajaran pimpinan rektorat UKIT, serta 657 mahasiswa peserta KKN.
(Leon Wilar)


