Aniaya LS, Warga Minta Polisi Tindak Tegas Tuda

Caritasulut.com, Tomohon – Warga meminta Polres Tomohon menindak tegas RR alias Tuda, pelaku penganiayaan terhadap LS, Minggu (23/11/25).

Peristiwa itu terjadi ketika Tuda tiba-tiba melakukan penganiayaan terhadap LS tanpa alasan yang jelas. Aksi tersebut disaksikan warga sekitar.

“Harus ditindak tegas supaya masyarakat merasa aman,” ujar Jun, salah satu warga yang melihat kejadian itu.

Sebelumnya, momen launching MAO Coffee Streat di kawasan Menara Alfa Omega, Kota Tomohon, Minggu (24/11/2025), tercoreng oleh tindak kekerasan yang dilakukan seorang pria yang dikenal dengan nama ‘preman pasar’, Raffi Rengkung alias Tuda. Seorang pengunjung berinisial LS menjadi korban pemukulan tanpa alasan jelas.

Peristiwa itu terjadi ketika LS sedang duduk santai bersama rekan-rekannya di area MAO Coffee Streat. Secara tiba-tiba, Tuda datang dan bertanya, “Ngana tu savo?” Sebelum LS sempat menjawab, pelaku langsung memukul wajah LS hingga mengeluarkan darah dari hidung. Tidak berhenti di situ, saksi melihat Tuda kembali menendang tubuh LS saat korban berusaha duduk kembali.

Merasa dirugikan dan terancam, LS langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian untuk diproses secara hukum.

Salah satu pengunjung yang berada di lokasi, Ken, mengecam keras tindakan pelaku. Ia menilai perilaku tersebut tidak hanya meresahkan, tetapi juga merugikan pelaku usaha yang baru memulai aktivitas di lokasi tersebut.

“Ya, itu sangat merugikan pelaku usaha dan mengganggu kenyamanan pengunjung. MAO Coffee Streat ini baru hari ini dimulai, tiba-tiba ada kejadian yang sangat tidak terpuji,” ujar Ken.

Ia berharap pihak kepolisian segera mengambil langkah tegas agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

“Kejadian ini membuat masyarakat yang mau datang merasa tidak nyaman. Jadi saya berharap pelaku segera ditangkap dan jangan dibiarkan kejadian seperti ini terulang lagi,” lanjutnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait laporan yang diajukan LS.

 

(Red)

 

Related Posts

Rencana Pembangunan Kawasan Wisata Gunung Tatawiran Memicu Reaksi Keras Masyarakat

Caritasulut.com,Minahasa-Rencana pembangunan kawasan pariwisata di Gunung Tatawiran, Desa Agotey, menuai beragam reaksi dari masyarakat sekitar. Aktivitas pembukaan lahan yang ditandai dengan penebangan pohon dan penggundulan hutan memicu kekhawatiran warga, terutama…

“Mulu-Mulu” Jadi Lagu Pilihan Program Aktif Kementerian Ekraf

Caritasulut.com, Manado – Bertepatan dengan Hari Kartini 21 April 2026 sebuah lagu bertajuk “Mulu-Mulu” dirilis sebagai single dengan diawali peluncuran official videomusic untuk meramaikan blantika musik tanah air. “Mulu-Mulu” adalah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *