Tuda Aniaya LS, Warganet: Preman Kampung Kebal Hukum

Caritasulut.com, Tomohon — Suasana peluncuran MAO Coffee Street di kawasan Menara Alfa Omega tercoreng oleh aksi premanisme yang diduga dilakukan seorang lelaki berinisial RR alias Tuda. Peristiwa yang terjadi pada Minggu (23/11/2025) itu sontak mendapat perhatian luas dari masyarakat.

Kawasan MAO Coffee Street yang baru dibangun sebagai ruang ekonomi kreatif dan tempat bersantai warga Tomohon justru menjadi lokasi tindakan tidak terpuji. Kejadian tersebut menuai kecaman warganet hingga memunculkan berbagai komentar pedas di media sosial.

Salah satu pengguna Facebook, Hengki Awon, menyebut sosok Tuda sebagai preman yang dianggap kebal hukum.

“Dia itu preman kampung kebal hukum, so itu makampuji stel jagoan,” tulis Hengki dalam komentarnya.

Komentar senada disampaikan Wellem Sparingga. Ia bahkan menantang aparat kepolisian untuk menindak tegas pelaku tersebut.

“Tinggal molia kalu memang dia nda terciduk, berarti anda benar,” tulisnya.

Aksi premanisme ini pun memicu keprihatinan masyarakat karena dianggap mencoreng wajah pariwisata dan keamanan Kota Tomohon. Publik berharap Polres Tomohon segera mengambil langkah tegas agar kejadian serupa tidak terulang dan area publik tetap menjadi tempat aman bagi warga.

Peristiwa itu terjadi ketika LS sedang duduk santai bersama rekan-rekannya di area MAO Coffee Streat. Secara tiba-tiba, Tuda datang dan bertanya, “Ngana tu savo?” Sebelum LS sempat menjawab, pelaku langsung memukul wajah LS hingga mengeluarkan darah dari hidung. Tidak berhenti di situ, saksi melihat Tuda kembali menendang tubuh LS saat korban berusaha duduk kembali.

Merasa dirugikan dan terancam, LS langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian untuk diproses secara hukum.

Salah satu pengunjung yang berada di lokasi, Ken, mengecam keras tindakan pelaku. Ia menilai perilaku tersebut tidak hanya meresahkan, tetapi juga merugikan pelaku usaha yang baru memulai aktivitas di lokasi tersebut.

“Ya, itu sangat merugikan pelaku usaha dan mengganggu kenyamanan pengunjung. Starbae ini baru hari ini dimulai, tiba-tiba ada kejadian yang sangat tidak terpuji,” ujar Ken.

Ia berharap pihak kepolisian segera mengambil langkah tegas agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

“Kejadian ini membuat masyarakat yang mau datang merasa tidak nyaman. Jadi saya berharap pelaku segera ditangkap dan jangan dibiarkan kejadian seperti ini terulang lagi,” lanjutnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi dari pihak kepolisian terkait kejadian tersebut.

(Red)

Related Posts

Air PAM Hampir Sebulan Tak Mengalir, Warga Kalasey Dua Krisis Air

Caritasulut.com, Minahasa– Warga Kalasey Dua keluhkan kinerja Penyedia Air Minum (PAM) Mandolang setelah hampir sebulan air tidak mengalir. Salah satu pengguna (konsumen) air PAM Mandolang, Alan Rondonuwu, meminta perhatian Pemerintah…

DPRD Kota Tomohon Gelar Paripurna Pertanggungjawaban APBD 2025

Caritasulut.com, Tomohon – DPRD Kota Tomohon menggelar Rapat Paripurna dalam rangka Penyampaian/Penjelasan Wali Kota mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *